Laman

Mengendalikan Hawa Nafsu?

Kalau kita belajar agama pasti salah satu tujuan utamanya adalah agar kita bisa mengendalikan hawa nafsu. Caranya misalnya jangan berduaan berlainan jenis di tempat sepi, jangan pergi ke tempat maksiat agar tidak tergoda untuk ikutan, atau jangan kumpul orang yang rusak biar kita tidak terpengaruh. Memang kalau kita menghindari godaan-godaan yang bisa memancing hawa nafsu, maka hawa nafsu kita tidak akan naik dan kita pasti akan selamat. Tapi kalau dibilang kita sudah bisa mengendalikan hawa nafsu dengan cara demikian mungkin ya belum benar juga, karena itu semua kan bukan berarti kita sudah mampu mengendalikan hawa nafsu, tapi baru taraf menghindari godaan hawa nafsu. Bagaimana kalau tiba-tiba kita dihadapkan dengan situasi yang memancing hawa nafsu dan tak bisa dihindari lagi. Nah disinilah mungkin baru kelihatan apakah kita benar-benar sudah bisa mengendalikan hawa nafsu atau hanya sekedar menghindari timbulnya hawa nafsu.

Menurut saya ini banyak kejadian di kalangan orang-orang tertentu yang biasa membangga-banggakan dirinya sebagai orang yang pandai mengendalikan hawa nafsu, eh ternyata begitu diuji Tuhan ternyata gagal tidak lulus ujian. Contoh terkenal adalah si ustad yang katanya kurang mendukung poligami eh ternyata akhirnya poligami juga. Mungkin banyak di antara kita termasuk saya juga yang menganggap dirinya orang yang kuat dan pandai mengendalikan hawa nafsu, padahal belum teruji sama sekali.

Menurut saya sih kebanyakan orang itu hanya sampai tahap pandai menghindari bangkitnya hawa nafsu, belum sampai ke tahap yang benar-benar telah bisa mengendalikan hawa nafsu. Orang yang benar-benar sudah bisa mengendalikan hawa nafsu itu pasti akan tenang-tenang saja menghadapi situasi yang semenggoda apapun. Dan saya rasa kebanyakan kita belum sampai ke sana dan kita harus terus menggembleng diri agar bisa sampai di sana. Kalau belum-belum kita sudah merasa sebagai orang yang sudah hebat dan yakin bisa mengendalikan hawa nafsu, maka jangan-jangan inilah pertanda utama bahwa ternyata kita belum sampai ke tahapan mengendalikan hawa nafsu yang sebenarnya. Tapi itu semua hanya menurut saya lho.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[Ke Atas]