Laman

Ad Hominem

Terus terang saya baru mengerti istilah ini setelah ikutan di kompasiana. Dari Wikipedia: Ad hominem (yang berarti "tertuju pada pribadi atau karakter seseorang"), yang merupakan singkatan dari argumentum ad hominem, adalah upaya untuk menyerang kebenaran suatu klaim dengan menunjuk sifat negatif orang yang mendukung klaim tersebut. Penalaran ad hominem biasanya dipandang sebagai kesesatan logika.

Intinya adalah dalam berdiskusi dilarang untuk ad hominem, karena itu akan mengaburkan kebenaran dari permasalahan yang dibahas. Bahasa lainnya adalah "don't judge the book from the cover", atau 'jangan melihat siapa yang berbicara tapi lihatlah apa yang dia bicarakan'. Ini adalah prinsip yang utama di kalangan akademisi atau cendikiawan, tetapi tentu saja prinsip ini sulit untuk diterapkan di masyarakat umum.

Sudah menjadi kebiasaan di masyarakat untuk melihat 'siapa yang berbicara' dulu, baru kemudian melihat 'apa yang dibicarakan'. Jelas ini bukan suatu sikap yang bisa dibenarkan, tetapi juga tidak bisa disalahkan 100%. Ini juga disebabkan oleh daya nalar masyarakat yang sangat beragam dan terbatas, maka sikap ad hominem inipun akhirnya dijadikan semacam filter. Dan untuk beberapa cabang keilmuan, ad hominem benar-benar sulit dihindari, misalnya di ilmu agama. "Sebaik-baiknya nasehat adalah dengan memberikan contoh". Bagaimana mungkin seseorang menyuruh orang lain sholat atau puasa, sedangkan dia sendiri tidak melakukannya. Apa yang dia sampaikan mungkin benar dan tidak ada salahnya, tetapi tetap saja terasa ada sesuatu yang aneh dan lucu. Maka, menurut orang awam seperti saya, mungkin seperti inilah hubungan antara ad hominem dan cabang keilmuan:

134275257726029923

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[Ke Atas]