Laman

Hambatan dalam Berkonsentrasi

TTP (8) - Pikiran

Dalam setiap upaya pasti ada hambatannya, demikian pula di dalam melakukan konsentrasi perenungan terhadap pikiran. Seorang perenung harus memusatkan perhatiannya terlebih dahulu kepada hambatan-hambatan tersebut. Tanpa melakukan perhatian khusus, maka hambatan-hambatan tersebut akan sulit untuk dideteksi dan dilampaui. Hambatan konsentrasi tersebut biasanya karena tiga hal: Hal-hal yang mengikat pikiran, hal-hal yang menarik perhatian pikiran, dan hal-hal yang mengganggu pikiran.

Hal-hal yang mengikat pikiran antara lain adalah: keluarga, teman, orang-orang yang menjadi tanggung jawab, pekerjaan, kebutuhan, kepemilikan barang, dan kemampuan khusus. Keluarga, teman, dan orang-orang yang menjadi tanggung jawab seperti anak buah atau murid, pasti akan sangat menyita pikiran karena adanya hubungan batin yang erat. Pekerjaan dan kebutuhan juga sangat menyita pikiran karena banyaknya keterlibatan dengan orang lain. Kepemilikan barang jelas juga menyita perhatian, terutama karena adanya ketakutan akan kehilangan atau kerusakan barang-barang tersebut. Kemampuan khusus adalah yang paling mengikat pikiran, ini karena kemampuan khusus biasanya sulit diperoleh dan tidak semua orang bisa, oleh karena itu akan timbul perasaan yang kuat agar kemampuan khusus ini bisa diketahui dan dihargai oleh orang banyak. Keterikatan pikiran ini bisa diatasi dengan melepaskan keterikatan terhadap hal-hal tersebut.

Hal-hal yang menarik perhatian pikiran antara lain adalah: hobi, makanan, buku-buku bacaan, petualangan dan perjalanan, kegiatan pengerjaan bangunan, dan sebagainya. Semua hal tersebut tidaklah terlalu mengikat pikiran, akan tetapi tetap menyita pikiran karena faktor ketertarikan tertentu. Contoh adalah kegiatan pengerjaan bangunan, biasanya kegiatan ini sudah direncanakan di depan dan sudah ada penanggung jawab pekerjaannya. Akan tetapi karena beberapa hal, misalnya takut bahwa pengerjaannya tidak sesuai dengan rencana yang diinginkan, maka sang pemilik bangunan akan sering menyempatkan waktunya untuk langsung melihat ke lapangan, apabila memungkinkan. Ketertarikan pikiran ini bisa diatasi dengan tidak memperhatikan kegiatan-kegiatan yang berhubungan hal-hal tersebut.

Hal-hal yang mengganggu pikiran antara lain adalah: kebisingan, bau busuk, hawa panas, dan semua kondisi lingkungan yang kurang kondusif, dan yang terutama adalah gangguan dari dalam berupa penyakit. Gangguan penyakit adalah gangguan yang paling umum dihadapi oleh seorang perenung. Bahkan setelah hambatan-hambatan lain dalam berkonsentrasi bisa diatasi dan dikondisikan, seringkali hambatan penyakit masih menjadi suatu hambatan yang tidak bisa dihilangkan seumur hidup. Untuk itu diperlukan suatu perlakuan khusus atau cara pandang khusus agar penyakit tidak menjadi hambatan lagi dalam berkonsentrasi melakukan perenungan, bahkan penyakit bisa dijadikan suatu motivasi untuk melakukan suatu perenungan yang dalam.

Hambatan-hambatan dalam berkonsentrasi dalam perenungan terhadap pikiran biasanya sulit dikenali karena sudah dianggap sesuatu yang wajar terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu seorang perenung harus memberikan perhatian khususnya terhadap hambatan-hambatan ini. Sulit bagi seorang perenung untuk mencapai suatu perenungan yang dalam jika belum bisa melampaui semua hambatan-hambatan tersebut. Kunci utama dari mengatasi hambatan-hambatan tersebut adalah sikap hidup yang penuh keikhlasan dan kepasrahan, yang tentu saja dalam arti yang positif aktif.

Referensi: sebuah buku tipis
Artikel terkait:

Perenungan terhadap Pikiran
TTP (1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[Ke Atas]